Terkini

mmasdab.com43 hari lalu

Kenapa Bau Tanah Setelah Hujan Bisa Bikin Kita Suka?

Ada aroma yang hampir selalu membuat suasana berubah setelah hujan turun: bau tanah basah.

Bagi Masdab atau Mbakdab, aroma itu mungkin membawa rasa tenang. Bahkan bisa menyeret ingatan ke halaman rumah, sekolah, kebun, atau sore masa kecil. Padahal, kita sebenarnya sedang mencium campuran senyawa dari tanah, tumbuhan, dan mikroorganisme.

Namanya Petrichor

Aroma khas setelah hujan dikenal sebagai petrichor. Istilah ini diperkenalkan oleh ilmuwan Australia Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada 1964.

Nama petrichor berasal dari bahasa Yunani: petra berarti batu, sedangkan ichor adalah cairan yang dipercaya mengalir dalam tubuh para dewa menurut mitologi Yunani.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa aroma ini berkaitan dengan senyawa yang tersimpan di permukaan tanah dan material mineral selama kondisi kering. Ketika hujan turun, senyawa itu dilepaskan ke udara.

Hujan, dengan kata lain, seperti membuka laci yang sudah lama tertutup. Isinya ternyata bau tanah.

Ada Bakteri di Baliknya

Salah satu senyawa yang berperan adalah geosmin, yang dihasilkan oleh sejumlah mikroorganisme tanah, termasuk bakteri dari kelompok Streptomyces.

Hidung manusia sangat sensitif terhadap geosmin. Dalam jumlah yang sangat kecil pun, kita sudah bisa mengenalinya sebagai aroma tanah atau bumi yang basah.

Yang lucu, bakteri tersebut tentu tidak sedang berusaha membuat manusia menikmati suasana setelah hujan. Mereka punya urusan biologis sendiri. Kita saja yang kebetulan menyukai hasil pekerjaannya.

Bagaimana Aromanya Bisa Sampai ke Hidung?

Ketika tetesan hujan menghantam tanah, terutama permukaan berpori, gelembung-gelembung kecil dapat terbentuk lalu pecah. Proses itu membantu membawa senyawa dari tanah ke udara dalam bentuk partikel sangat kecil.

Itulah yang kemudian kita hirup.

Aromanya pun bisa berbeda di setiap tempat. Tanah kebun, sawah, hutan, dan halaman rumah memiliki tumbuhan, kondisi tanah, serta mikroorganisme yang berbeda. Jadi, sebenarnya tidak ada satu “parfum hujan” yang berlaku di seluruh dunia.

Kenapa Kita Suka?

Aroma memiliki hubungan kuat dengan ingatan dan emosi. Karena itu, bau tanah setelah hujan bisa terasa menyenangkan karena mengingatkan kita pada pengalaman tertentu.

Ada pula istilah populer pluviophile, yaitu sebutan bagi orang yang menyukai hujan atau suasana yang ditimbulkannya. Istilah ini bukan diagnosis psikologis atau medis. Jadi kalau Masdab atau Mbakdab senang mendengar suara hujan, tidak perlu merasa punya kelainan.

Mungkin memang suka saja.

Pada akhirnya, kita tidak benar-benar mencium “bau hujan”. Kita mencium hasil pertemuan air, tanah, tumbuhan, dan mikroorganisme, lalu otak kita memberinya makna.

Mungkin itulah yang membuat hujan terasa istimewa. Ia bukan cuma membasahi bumi, tetapi kadang juga membuka pintu menuju kenangan yang diam selama ini.

Petrichor
1
mmasdab.com43 hari lalu

Kenapa Mi Instan Terasa Lebih Enak Saat Tengah Malam?

Ada alasan kenapa mi instan yang dimakan tengah malam terasa seperti punya level kenikmatan sendiri. Padahal mereknya sama, bumbunya sama, dan cara memasaknya mungkin juga tidak berubah.

Yang berubah justru kita.

Siang hari, semangkuk mi instan mungkin hanya terasa seperti makanan praktis. Tetapi ketika rumah mulai sepi, lampu dapur menyala sendirian, dan aroma bumbu perlahan memenuhi ruangan, mi yang sederhana itu mendadak terasa seperti keputusan terbaik yang pernah dilakukan.

Masalahnya, lidah kita mungkin tidak sepenuhnya setuju.

Bukan Lidah Saja yang Menentukan Rasa

Apa yang kita sebut “rasa” sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa indra, terutama pengecap dan penciuman.

Aroma makanan yang masuk melalui hidung ikut membentuk pengalaman saat kita makan. Itu sebabnya makanan yang sama bisa terasa berbeda ketika hidung sedang tersumbat.

Mi instan punya senjata yang cukup lengkap: aroma bumbu yang kuat, rasa gurih, tekstur kenyal, serta makanan panas yang langsung terasa ketika masuk mulut.

Suasana Juga Ikut Memasak

Ada faktor lain yang sering kita lupakan: konteks.

Makanan tidak dimakan dalam ruang hampa. Suasana, ekspektasi, rasa lapar, bahkan pengalaman sebelumnya bisa memengaruhi bagaimana kita menilai makanan.

Tengah malam biasanya lebih tenang. Tidak banyak gangguan, tidak ada pekerjaan yang harus dikejar, dan perhatian kita lebih tertuju pada apa yang sedang dimakan.

Semangkuk mi pun terasa seperti pemeran utama.

Apalagi kalau sejak sore kita sudah membayangkan makanan tersebut. Ketika akhirnya dimakan, ekspektasi bertemu kenyataan—dan kenyataan kebetulan sedang berbumbu.

Lapar Membuat Kenikmatan Naik Kelas

Rasa lapar juga berpengaruh terhadap bagaimana kita memandang makanan.

Ketika tubuh membutuhkan energi, makanan menjadi lebih menarik. Otak memberi perhatian lebih besar pada sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Itulah sebabnya makanan sederhana bisa terasa luar biasa ketika dimakan dalam kondisi yang tepat.

Nasi putih dengan telur saat lapar bisa terasa lebih meyakinkan daripada hidangan mahal ketika perut sedang penuh.

Perut kosong memang punya kemampuan menjadi kritikus kuliner yang murah hati.

Lalu, Benarkah Mi Tengah Malam Lebih Enak?

Belum tentu.

Tidak ada aturan biologis yang membuat mi instan otomatis menjadi lebih lezat setelah jam 12 malam. Kemungkinan besar pengalaman tersebut merupakan hasil gabungan rasa lapar, aroma, suasana, kebiasaan, ekspektasi, dan kondisi psikologis saat makan.

Jadi bukan mi instannya yang berubah.

Kitalah yang datang kepadanya dengan keadaan berbeda.

Mungkin itu sebabnya makanan tertentu terasa paling nikmat pada waktu tertentu. Bukan karena makanan memiliki jam kerja sendiri, tetapi karena ke meja makan kita juga membawa suasana hati.

Dan tengah malam punya satu keunggulan yang sulit dikalahkan: ketika dunia mulai sunyi, suara garpu mengaduk mi terdengar seperti pengumuman kecil bahwa malam belum benar-benar selesai.

Besok mungkin kita kembali bilang, “Harus mengurangi mi.”

Tapi malam ini? Satu mangkuk dulu boleh kali.


Mi Instan Tengah Malam
0
mmasdab.com44 hari lalu

Nasi Goreng: Makanan Sederhana dengan Sejarah yang Tidak Sederhana

Bagi Masdab atau Mbakdab, nasi goreng mungkin sesederhana memanfaatkan nasi kemarin sebelum berakhir di tempat sampah. Tinggal tambahkan bumbu, telur, atau apa saja yang tersedia, lalu wajan mengambil alih. Dari kebiasaan yang sangat praktis itu, berkembang beragam versi nasi goreng di berbagai daerah Indonesia.

Namun, makanan sesederhana ini ternyata punya sejarah yang tidak sederhana.

Ada Tradisi yang Lebih Tua dari Nasi Goreng Indonesia

Teknik mengolah nasi dengan cara digoreng sudah lama dikenal dalam tradisi kuliner Tiongkok. Salah satu yang terkenal adalah Yangzhou fried rice. Hubungan perdagangan dan perpindahan manusia kemudian menjadi salah satu jalur yang memungkinkan teknik memasak dan kebiasaan kuliner ikut menyebar ke berbagai wilayah Asia.

Tetapi mengatakan nasi goreng Indonesia sekadar “berasal dari Tiongkok” juga terlalu menyederhanakan ceritanya.

Ketika teknik tersebut bertemu dengan bahan, rempah, dan selera lokal Nusantara, hasilnya berkembang menjadi sesuatu yang berbeda.

Jejaknya Sudah Tercatat di Jawa

Salah satu bukti tertulis yang menarik terdapat dalam Serat Centhini, karya sastra Jawa abad ke-19. Di dalamnya terdapat penyebutan nasi goreng dalam konteks makanan yang disajikan dalam kenduri atau pesta.

Ini penting, tetapi perlu dibaca dengan hati-hati. Serat Centhini menunjukkan bahwa nasi goreng sudah dikenal dalam lingkungan budaya Jawa pada masa itu. Ia bukan bukti bahwa nasi goreng pertama kali diciptakan di Jawa.

Bumbu yang disebutkan juga menarik: bawang merah, jahe, dan kunyit. Kecap yang sekarang terasa hampir wajib bagi sebagian orang ternyata bukan bagian utama dari gambaran nasi goreng tersebut.

Sejarah kuliner memang sering membuat makanan yang kita anggap “resep keluarga” ternyata punya silsilah yang lebih panjang.

Dari Satu Makanan Menjadi 104 Jenis

Nasi goreng kemudian berkembang mengikuti daerah dan kebiasaan masyarakat. Ada nasi goreng Jawa, kampung, terasi, kambing, hingga berbagai versi dengan ayam dan makanan laut.

Pakar kuliner Nusantara dari UGM, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, bahkan mencatat setidaknya 104 jenis nasi goreng di Indonesia. Sebagian dapat ditelusuri asalnya, sementara sebagian lainnya merupakan hasil perkembangan dengan sejarah yang tidak selalu jelas.

Dua orang bisa membuat nasi goreng dengan bahan hampir sama, tetapi hasil akhirnya bisa tetap dianggap paling benar oleh pembuatnya masing-masing. Soal nasi goreng, ternyata urusan selera bisa lebih serius daripada kelihatannya. 

Ketika Nasi Goreng Mendunia

Popularitas nasi goreng tidak berhenti di Indonesia. Pada 2017, nasi goreng menempati peringkat kedua dalam World’s 50 Best Foods versi pembaca CNN Travel, berdasarkan jajak pendapat dengan sekitar 35.000 suara. Posisinya berada tepat di bawah rendang.

Tentu saja, itu bukan berarti nasi goreng terbukti secara ilmiah sebagai makanan terbaik kedua di planet ini. Selera manusia belum sampai pada tahap bisa dihitung seperti suhu udara.

Namun, peringkat tersebut menunjukkan satu hal: nasi goreng sudah menjadi bagian dari percakapan kuliner dunia.

Jadi, Asli Indonesia atau Bukan?

Mungkin pertanyaannya memang tidak harus sesederhana itu.

Sebuah makanan bisa membawa pengaruh dari tempat lain, lalu berubah ketika bertemu bahan, rempah, teknik, dan kebiasaan masyarakat setempat. Identitas kuliner tidak selalu lahir dari sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi juga dari cara sebuah masyarakat mengolah dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

Nasi goreng tumbuh melalui perjalanan semacam itu. Ia datang membawa pengaruh, lalu beradaptasi, bercabang, dan akhirnya memiliki begitu banyak wajah di Indonesia.

Pada akhirnya, mungkin yang membuatnya terasa Indonesia bukan karena ia lahir tanpa pengaruh dari luar, melainkan karena di tangan orang Indonesia, ia menemukan rasa dan tempatnya sendiri.

Dan dari dapur ke dapur, dari nasi sisa kemarin sampai wajan panas malam ini, perjalanan panjang itu akhirnya bertemu pada satu hal sederhana: sepiring nasi goreng yang rasanya kita kenal sebagai rumah.

Nasi Goreng: Makanan Sederhana dengan Sejarah yang Tidak Sederhana
1
mmasdab.com46 hari lalu

Slow Jogging: Olahraga Buat yang Mager Tapi Pengen Sehat

Slow Jogging: Olahraga Buat yang Mager Tapi Pengen Sehat
Ngaku aja deh, siapa di sini yang niat lari tiap pagi tapi baru 200 meter udah ngos-ngosan kayak abis dikejar debt collector? Tenang, Masdab/Mbakdab nggak sendirian. Dan kabar baiknya, sekarang ada olahraga yang emang didesain buat orang-orang kayak kita: slow jogging.
Emang Bedanya Apa Sama Jalan Kaki Biasa?
Nah ini yang bikin orang suka salah kaprah. Slow jogging itu bukan jalan kaki yang dipercepat dikit, tapi juga bukan lari beneran yang bikin Masdab/Mbakdab pengen nyerah di menit ke-5. Ini semacam zona abu-abu ajaib: kecepatannya pelan banget, bahkan sering lebih lambat dari orang jalan kaki cepat, tapi gerakannya tetap lari — kaki nginjak pake ujung telapak (bukan tumit), langkah pendek-pendek, dan yang penting: napas Masdab/Mbakdab masih bisa dipake ngobrol santai.
Kalau Masdab/Mbakdab udah ngos-ngosan sampe nggak bisa ngomong, berarti salah, itu udah bukan slow jogging lagi — itu namanya lari kalap.
Kenapa Kok Bisa Ngetren?
Jujur aja, ini olahraga buat generasi yang pengen sehat tapi nggak niat banget. Nggak butuh sepatu mahal, nggak harus ke gym, dan yang paling penting: ego Masdab/Mbakdab nggak bakal kegores karena emang niatnya pelan-pelan santuy. Beda sama lari biasa yang kadang bikin insecure liat orang lain ngebut duluan.
Manfaatnya juga nggak main-main:
Bantu bakar kalori tanpa bikin sendi protes
Ramah buat pemula, lansia, atau orang yang abis lama nggak olahraga
Bisa dilakuin sambil mikirin utang, gebetan, atau apapun — soalnya nggak butuh fokus ekstrem
Risiko cedera jauh lebih kecil dibanding lari ngebut
Tapi Awas, Jangan Ketuker Sama "Gaya-gayaan"
Belakangan kan lagi rame juga fenomena orang lari cuma buat konten — pake outfit lengkap, sepatu branded, tapi larinya se-blok doang terus foto-foto di kafe. Slow jogging itu beda cerita. Ini bukan soal keliatan keren di feed, tapi soal bikin tubuh gerak konsisten tanpa nyiksa diri.
Jadi kalau Masdab/Mbakdab tipe yang pengen mulai sehat tapi trauma sama olahraga berat, slow jogging ini jawabannya. Modalnya cuma niat, sepatu yang nyaman, sama nyali buat lari pelan di depan orang tanpa peduli omongan mereka.
Intinya: olahraga nggak harus ngebut buat efektif. Kadang yang santai justru yang bertahan lama.

Foto kiriman tanyamasbimo 69
0
mmasdab.com54 hari lalu

Kenapa Sepakbola Jadi Olahraga Paling Digemari di Dunia?

Dari lapangan rumput yang rapi sampai halaman rumah yang sempit, sepakbola selalu punya cara untuk hadir di mana-mana. Nggak heran kalau olahraga ini disebut yang paling populer sedunia — anggota federasinya (FIFA) bahkan lebih banyak dari negara anggota PBB. Lalu, apa sebenarnya yang membuat si kulit bundar ini begitu dicintai lintas negara dan generasi?

## 1. Mudah Diakses Siapa Saja

Salah satu alasan utamanya adalah kesederhanaan. Untuk main sepakbola, yang dibutuhkan sebenarnya cuma satu bola. Nggak perlu lapangan mewah, nggak perlu peralatan mahal. Bahkan bola dari gulungan kain atau botol plastik pun bisa jadi awal keseruan. Karena mudah diakses seperti ini, sepakbola bisa tumbuh di berbagai lapisan masyarakat, dari kota besar sampai pelosok desa.

## 2. Aturan yang Sederhana dan Mudah Dipahami

Dibandingkan olahraga lain yang aturannya cukup rumit, sepakbola relatif mudah dimengerti: masukkan bola ke gawang lawan, dan jangan gunakan tangan. Kesederhanaan ini membuat siapa pun, dari berbagai usia dan latar belakang, bisa langsung menikmati pertandingan tanpa perlu pemahaman teknis yang mendalam.

## 3. Penuh Emosi dan Momen Tak Terduga

Sepakbola dikenal karena ketegangannya. Skor yang cenderung rendah membuat setiap gol terasa begitu berarti, apalagi kalau terjadi di menit-menit akhir. Dari comeback dramatis, penalti penentu, sampai air mata kemenangan atau kekalahan, semua itu menciptakan pengalaman emosional yang sulit ditemukan di olahraga lain.

## 4. Membentuk Rasa Kebersamaan dan Identitas

Bagi banyak orang, dukungan terhadap klub atau tim nasional bukan sekadar hobi, tapi bagian dari identitas. Rasa ini sering diwariskan dari generasi ke generasi, membentuk ikatan sosial yang kuat antar sesama pendukung. Sepakbola menjadi ruang bertemunya orang-orang dengan cerita dan latar belakang berbeda, namun disatukan oleh kecintaan yang sama.

## 5. Melahirkan Ikon-ikon Global

Nama-nama seperti Pelé, Maradona, Messi, atau Ronaldo dikenal jauh melampaui batas negara asal mereka. Sepakbola punya kemampuan unik untuk menciptakan sosok yang dikenal secara universal, bahkan oleh orang yang tidak terlalu mengikuti olahraga ini.

## 6. Turnamen yang Menyatukan Dunia

Piala Dunia adalah contoh nyata bagaimana sepakbola bisa membuat banyak negara "berhenti sejenak" secara bersamaan untuk menyaksikan hal yang sama. Momen semacam ini menunjukkan kekuatan sepakbola dalam menyatukan orang-orang lintas negara, budaya, dan latar belakang, meski hanya untuk sementara.

---

Kombinasi antara kesederhanaan, emosi, dan rasa kebersamaan inilah yang membuat sepakbola begitu istimewa. Ia bukan sekadar permainan, tapi juga bahasa universal yang bisa dipahami dan dinikmati oleh siapa saja, di mana saja.

Foto kiriman tanyamasbimo 69
0
mmasdab.com57 hari lalu

Kenapa Mie Ayam Selalu Menang di Hati Rakyat Indonesia?

Coba deh survei ke temen, keluarga, sampe tetangga sebelah — hampir gak ada yang bilang "gue benci mie ayam." Paling banter ada yang bilang "gue lagi diet." Itu pun biasanya cuma tahan tiga hari. Ada apa sih sebenernya sama mangkuk kuning berisi mie, potongan ayam, sama pangsit ini sampe bisa jadi comfort food sejuta umat?

1. Harganya Ramah di Kantong, Tapi Kenyangnya Nendang

Ini poin paling krusial. Dengan budget yang gak sampe bikin dompet nangis, lo udah dapet karbo, protein, sampe sayur (walau cuma beberapa lembar sawi, tapi tetep dihitung ya). Mie ayam itu semacam "paket komplit" makanan rakyat — murah tapi gak murahan.

2. Rasanya Fleksibel, Cocok Buat Semua Kalangan

Gak pedes? Bisa. Pedes nagih? Tinggal nambah sambel sepuasnya. Mau kuah, mau yamin (mie kering), semua available tergantung mood. Fleksibilitas ini bikin mie ayam gampang diterima dari anak kecil sampe bapak-bapak yang lidahnya udah battle-tested sama segala jenis makanan pedas.

3. Ada di Mana-mana, dari Gerobak Sampe Mall

Ini yang bikin mie ayam beda kelas soal aksesibilitas. Lo bisa nemuin di gerobak pinggir gang sampe di foodcourt mall — tinggal pilih mau versi "legend sejak 1985" atau versi kekinian dengan topping jamur dan bakso beranak. Sebaran yang luas ini bikin mie ayam jadi semacam bahasa universal kuliner Indonesia.

4. Faktor Nostalgia yang Susah Ditandingi

Buat banyak orang, mie ayam bukan cuma makanan — itu memori. Jajanan pulang sekolah, menu andalan pas kiriman bulanan menipis, atau makanan comfort pas lagi galau. Rasa yang konsisten dari dulu sampe sekarang bikin satu suapan langsung nge-flashback ke masa kecil.

5. Porsi "Pas" yang Susah Bikin Kalap

Beda sama makanan berat lain yang bisa bikin lo ngantuk berat abis makan, mie ayam biasanya punya porsi yang pas — kenyang tapi masih bisa lanjut aktivitas. Cocok banget buat makan siang kerja atau bekal sekolah tanpa takut ngantuk di jam 1 siang.

Kesimpulan: Mie Ayam Itu Comfort Food Sejati

Kombinasi harga bersahabat, rasa yang bisa disesuaikan, ketersediaan di mana-mana, plus faktor nostalgia bikin mie ayam susah banget digeser dari posisi juara comfort food Indonesia. Jadi, kalau ditanya kenapa mie ayam banyak digemari — jawabannya simpel: karena dia ngerti kebutuhan perut rakyat dari generasi ke generasi.

Lo Team Mie Ayam Kuah atau Yamin? Debat abadi yang gak akan pernah kelar.

Foto kiriman tanyamasbimo 69
1
mmasdab.com60 hari lalu

GeoGuessr, Game Tebak Lokasi yang Bikin Insting Geografi Kita Diuji Abis-abisan!

GeoGuessr, Game Tebak Lokasi yang Bikin Insting Geografi Lo Diuji Abis-abisan!

Pernah gak sih ngerasa jago geografi gara-gara sering nonton video traveling atau main Google Maps iseng-iseng? Nah, coba deh tes bener gak jagonya lewat GeoGuessr. Game ini simpel sih konsepnya, tapi bikin nagih parah: lo dijatuhin ke suatu lokasi random di seluruh dunia lewat mode Street View, terus tugas lo cuma satu, tebak ini di mana!

Nggak ada kompas, nggak ada GPS, cuma modal mata jeli sama insting doang. Serius, kedengerannya gampang, tapi begitu lo mulai main, baru sadar dunia ini luas banget dan yang keliatan sama semua bisa jadi beda tipis-tipis.

Formatnya biasanya lima ronde. Tiap ronde, lo bakal muter-muter liat lingkungan sekitar dulu lewat Street View, abis itu taruh pin di peta dunia sesuai tebakan lo. Makin deket pin sama lokasi asli, makin gede skor yang didapet. Kedengeran santai, tapi begitu round pertama muncul jalan sepi dengan rumah beratap tradisional dan danau di kejauhan, lo bakal mikir keras: ini di mana coba?

Nah, biar gak asal nebak, ada beberapa petunjuk yang wajib banget diperhatiin. Pertama, rambu jalan, tiap negara punya desain dan bahasa rambu yang beda. Kedua, plat nomor kendaraan, ini sering jadi kunci utama karena formatnya khas tiap negara atau bahkan tiap daerah. Ketiga, vegetasi dan lingkungan sekitar, pohon kelapa jelas beda vibe-nya sama pohon pinus.

Selain itu, gaya bangunan dan arsitektur juga ngasih bocoran gede soal budaya setempat. Belum lagi bahasa dan tulisan yang muncul di papan nama atau baliho, ini biasanya jadi penentu paling akurat. Jangan lupa juga perhatiin arah matahari dan cuaca buat nebak belahan bumi mana, sampai ke tiang listrik dan kabel-kabel yang desainnya beda-beda tiap negara.

Kombinasi dari detail-detail kecil kayak gitu yang bikin GeoGuessr beda dari game tebak-tebakan biasa. Ini bukan cuma soal hafal peta, tapi soal jeli baca detail visual yang sering banget kelewat kalau lo cuma scroll medsos doang.

Buat yang demen self-challenge atau pengen ngetes seberapa "well-traveled" otak lo tanpa harus keluar duit tiket pesawat, GeoGuessr ini wajib banget dicoba. Dijamin bikin lo mikir ulang soal seberapa hafal lo sama dunia ini.

Jadi, berani coba uji insting geografi lo? Cus langsung mainin dan buktiin sendiri!

Foto kiriman tanyamasbimo 69
0
mmasdab.com61 hari lalu

GARUDA PERTIWI SIAP GASPOL LAWAN IRAN

Garuda Pertiwi Siap Gaspol Lawan Iran, Perempat Final AVC Continental 2026 Makin Panas!
Nah loh, timnas voli putri kita nih makin ngegas aja performanya! Setelah bantai Australia 3-0 di laga pamungkas fase grup, Garuda Pertiwi resmi lolos ke perempat final AVC Women's Continental Championship 2026. Lawannya? Iran. Siap-siap deh, ini bakal jadi laga yang seru banget.
Duel Indonesia vs Iran ini digelar Kamis (28/8/2026) pukul 15.00 WIB di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China. Buat yang mau nonton, tenang aja, siarannya ada di Moji TV.
Ngomongin soal kemenangan atas Australia kemarin, sih emang nggak ada ampun. Tim asuhan Marcos Sugiyama nge-sapu bersih tiga set langsung: 25-18, 25-17, 25-21. Australia praktis nggak dikasih napas. Dua bintang lapangan, Arsela Nuari Purnama sama Ersandrina Devega, kompakan ngegas cetak 14 poin masing-masing. Mantap jiwa!
Tapi jalan Indonesia di fase grup emang nggak mulus-mulus amat. Awalnya sih pede abis, gasak Kazakhstan 3-0. Eh, giliran ketemu Thailand malah keok 0-3 — Thailand emang juara grup tanpa kalah sih, jadi wajar aja mereka emang lagi on fire. Untung laga terakhir lawan Australia bisa dimenangin, jadi Indonesia lolos sebagai runner-up Pool B, alias peringkat 4 klasemen gabungan.
Nah, karena posisi itu, ketemulah Indonesia sama Iran yang notabene peringkat 5 klasemen gabungan. Tim asal Iran ini juga bukan kaleng-kaleng — di fase grup mereka gilas Taiwan 3-1 dan sikat Irak 3-0. Jadi udah kebayang dong bakal ketat kayak apa laganya nanti.
Manajer timnas voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, juga udah wanti-wanti kalau Iran ini lawan yang nggak boleh dianggap enteng. Katanya, timnya bakal all-out persiapan, dan kunci utamanya adalah main konsisten plus minimalisir unforced error alias kesalahan sendiri.
Kalau menang lawan Iran, Srikandi Merah Putih bakal tembus semifinal alias empat besar Asia. Lumayan banget nih buat modal voli Indonesia makin dilirik di kancah internasional. Yuk dukung terus Garuda Pertiwi! 🏐🇮🇩

Foto kiriman tanyamasbimo 69
3